Surat Cinta Buat Cheusa
Dear Cheusa...
Apa kabar kamu? sudah lama ya, waktu yang cukup lama untuk membuatku berhenti memikirkanmu meskipun masih terasa mustahil untuk melupakanmu. kamu tau? aku masih di tempat yang sama seperti saat kamu memilih pergi. Bukan, aku bukan disini untuk menunggumu aku hanya belum ingin beranjak ketika aku tidak tau harus pergi kemana. aku masih baik-baik saja meskipun sudah tidak ada lagi suara meyebalkan dibalik telpon yang selalu memarahiku saat aku telat bangun untuk sholat subuh, aku masih tetap hidup meski tidak ada lagi sms yang mengigatkanku untuk jangan telat makan dan aku juga masih baik-baik saja meskipun sudah tidak ada yang menjewer kupingku saat aku bersikap kekanak-kanakan ha...ha... yah, entah kenapa hari ini aku merindukan saat-saat merepotkan itu.
Oh iya, beberapa minggu lalu aku iseng menguduh sebuah game dari play store bernama quiz land, sebuah game online untuk android betemakan kuis dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pengetahuan umum yang bisa kita mainkan bersama-sama secara online. Aku menemukan dua tipe bermain didalamnya yaitu salah benar dan pilihan ganda keduanya sama sama menyenangkan. tapi... sebenarnya bukan itu bagian menariknya, setelah beberapa waktu bermain game itu aku mendapatkan sebuah pesan dari id bernama princess chezzy untuk bergabung dalam sebuah grup di bbm. ya sudah, aku setujui saja toh ini juga bukan pertama kalinya aku bergabung dalam sebuah grup berisi para pemain game online di bbm.
Jujur saja awalnya kupikir grup ini akan sama saja dengan grup game lainya yang selalu berakhir dengan kata "membosankan". tapi kali ini aku harus meralat semua isi pikiranku, mereka semua ternyata orang-orang yang menyenangkan untuk dijadikan teman. Aku kembali menjadi orang setengah gila yang bisa tertawa-tawa sendiri sambil melihat layar smartphone ha...ha... kelihatan konyol tapi sudah lama sekali tidak melakukan hal bodoh seperti ini semenjak kehilangan sahabat-sahabat mig33.
Adisti, chezzy, yoga, si bung, arr, nay dan putri mereka bisa membuat aku tertawa dan lupa bahwa detik di jam dinding itu tidak pernah berhenti. kami sering chating di grup bersama-sama sambil membuat lelucun yang lucu sesekali juga kami ngobrol bersama via suara di line membahas berbagai hal yang sebenarnya nggak penting-penting amat buat dibahas ha...ha...
Chezzy yang cerdas tapi tidak jaim dan adisti yang entah kenapa sifat manjanya mengingatkan aku padamu selalu membuat suasana menjadi semarak ditambah lagi suara medok si yoga yang putus-putus di telpon termasuk lelucon teman-teman lainnya yang akhirnya menyadarkan aku akan satu hal, bahwa tidak ada manusia yang ditakdirkan untuk hidup sendirian bahkan setelah ditinggalkan...
Seperti yang pernah kamu bilang kehidupan itu seperti stasiun kereta, setiap ada yang pergi pasti juga ada yang datang. Ada yang singgah, ada yang hanya melintas kemudian berlalu karena kehidupan adalah perjalanan panjang dan yang kita butuhkan sebenarnya hanyalah teman untuk melwati perjalanan itu bersama-sama meskipun ditengah-tengahnya kadang masing-masing dari kita memilih untuk melewati jalan yang berbeda seperti aku dan kamu.
...Ah entah kenapa aku tiba-tiba meridukan teh hangat buatanmu. Suatu saat jika kita bertemu lagi entah dalam keadaan seperti apa percayalah aku masih tetap orang yang sama si penggemar teh yang mencintai hujan.
"Ini bukan akhir dari ceritaku
hanya sebuah paragraf baru
yang akan kutulis tanpa namamu"
Bogor 19 juli 2016
Hendar S Rao

0 komentar:
Posting Komentar